Sedangkan Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar mengungkapkan, Rumah Sakit Adhyaksa merupakan upaya pemerintah untuk mendekatkan pelayanan kesehatan masyarakat, sebagaimana yang sering dikatakan oleh Presiden Jokowi.
“Rumah Sakit yang dibangun ini cukup besar, mewah dan juga fasilitasnya lengkap. Semua fasilitas itu bisa diakses oleh bapak dan ibu semua dengan mudah dan dekat, termasuk juga masyarakat Banten di daerah lain,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, Provinsi Banten masih membutuhkan daya dukung pelayanan kesehatan khususnya Kabupaten Serang. Pemprov Banten saat ini juga fokus pada peningkatan pelayanan kesehatan untuk penyakit paru-paru, jantung, ginjal, kanker, dan otak.
Al Muktabar mengakui, tantangan terhadap pelayanan kesehatan adalah Sumber Daya Manusia (SDM), memebutuhkan pendidikan dan pengalaman. Sementara untuk peralatan dan teknologi bisa terpenuhi secara bertahap.
“Pengembangan sumber daya manusia dalam jangka panjang, menjalin MoU dengan Pemerintah Pusat maupun lembaga dari luar negeri. Indonesia juga memiliki diaspora di luar negeri yang keilmuannya bisa kita manfaatkan,” tambah Al Muktabar.
Sementara itu, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah mengungkapkan, kehadiran Rumah Sakit Adhyaksa Adhyaksa akan meningkatkan pelayanan kesehatan di Kabupaten Serang.
“Pemerintah Kabupaten Serang telah susun feasibility study (FS) jaringan jalan yang menghubungkan rumah sakit ke pintu tol,” ungkapnya.
Perlu diketahui, lahan pembangunan RS Adhyaksa di Desa Silebu dan Desa Sukajadi, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang merupakan tanah sitaan dari tindak pidana korupsi yang kini sudah menjadi tanah negara.
Lahan ini telah disetujui Kementerian Keuangan untuk dibangun rumah sakit dengan luas sekitar 10 hektar dan posisinya terpisah. Penyatuan lahan menjadi kawasan pembanguan rumah sakit menjadikan lahan untuk RS Adhiyaksa berkembang menjadi 13 hektar.
(*Fer/Red)




















