Cilegon, CNO – Pemerintah resmi membuka layanan kesehatan selama 24 jam di puskesmas-puskesmas yang tersebar di Kota Cilegon. Puskesmas akan melayani masyarakat selama 24 jam untuk layanan kedaruratan (IGD) dan persalinan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cilegon, drg. Ratih Purnamasari, menyampaikan bahwa peluncuran layanan puskesmas 24 jam merupakan bagian dari implementasi visi pembangunan kesehatan Kota Cilegon, yakni meningkatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.
Ratih menjelaskan, Pemerintah Kota Cilegon berkomitmen untuk mendekatkan pelayanan kesehatan langsung ke masyarakat melalui berbagai program unggulan, salah satunya dengan pembukaan layanan persalinan dan IGD 24 jam di Puskesmas.
“Alhamdulillah, program mendekatkan akses layanan kesehatan ini sudah mulai terjawab. Saat ini Puskesmas tidak hanya melayani persalinan 24 jam, tetapi juga IGD 24 jam yang sebelumnya hanya beroperasi pada jam kerja,” kata Ratih.
Ratih mengatakan, layanan persalinan 24 jam sudah dimulai sejak Mei 2025, diawali di tiga Puskesmas, yakni Ciwandan, Pulo Merak, dan Cibeber. Selanjutnya, layanan tersebut diperluas ke Puskesmas Cilegon dan Citangkil II. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 636 ibu melahirkan telah dilayani di Puskesmas 24 jam di Kota Cilegon.
“Dari total 636 persalinan tersebut, sebanyak 178 ibu melahirkan pada shift pagi, 180 pada shift sore, dan 278 pada shift malam. Data ini menunjukkan bahwa layanan 24 jam benar-benar membuka akses bagi ibu dan anak, terutama pada waktu-waktu darurat,” ungkapnya.
Selain layanan persalinan, Ratih juga mengatakan bahwa layanan IGD 24 jam di puskesmas sepanjang tahun 2025 telah melayani 27.550 pasien. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 7.489 pasien pada shift pagi, 6.388 pasien pada shift sore, dan 3.683 pasien pada shift malam.
Dinas Kesehatan, kata Ratih juga terus mengoptimalkan layanan Dokter Keliling (Dokling) yang telah berjalan di seluruh Puskesmas. Pada tahun 2025, layanan Dokling telah melayani 72 pasien, sementara hingga Februari 2026 tercatat 19 pasien telah mendapatkan pelayanan serupa.
“Untuk mendukung keberlanjutan layanan ini, kami juga melakukan redistribusi tenaga kesehatan antar Puskesmas agar pelayanan lebih merata, serta melengkapi fasilitas kesehatan dengan puluhan alat kesehatan, khususnya untuk layanan persalinan dan IGD,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Robinsar meminta agar layanan puskesmas 24 jam benar-benar diketahui masyarakat luas. Ia mendorong pemasangan penanda layanan 24 jam yang jelas di setiap puskesmas serta optimalisasi media sosial sebagai sarana informasi publik.
“Jangan sampai kita punya program bagus, tapi masyarakat tidak tahu. Pemerintah harus hadir untuk semua lapisan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. Kuncinya sederhana, layani dengan hati dan senyum,” kata Robinsar.
(*Fer/Red)



















