Cilegon, CNO – Stadion Geger Cilegon akan menjadi salah satu dari lima tempat di Kota Cilegon yang dibidik untuk menjadi venue (fasilitas arena) cabang olah raga dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XXIII tahun 2032.
Selain Stadion Geger Cilegon ada juga Pantai Merak Kecil, kolam renang ASA Sport Center, Stadion Krakatau Steel, dan lapangan tenis KS yang akan menjadi venue PON ke-32.
Pada PON XIII tahun 2032 mendatang, Pemerintah Provinsi Banten telah mengajukan diri sebagai tuan rumah bersama Provinsi Lampung. Kedua provinsi yang dipisahkan oleh Selat Sunda ini akan menjadi tuan rumah bersama dalam gelaran olahraga empat tahunan ini.
Bahkan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Olahraga Nasional Luar Biasa (Musornaslub) KONI di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026, Banten dan Lampung menjadi calon tunggal ajang PON XXIII. Kabar mengenai pencalonan tunggal ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman.
Marciano menjelaskan bahwa hingga saat ini hanya ada dua provinsi yang mengajukan diri secara resmi. Ia mengonfirmasi bahwa Banten dan Lampung telah mendaftarkan diri sebagai calon tuan rumah bersama untuk PON 2032.
Marciano menegaskan bahwa venue, akomodasi, transportasi, serta sarana prasarana penunjang di Provinsi Banten sangat lengkap untuk menggelar PON XXIII. Atas dasar itu, Marciano menilai Banten sudah sangat layak menjadi tuan rumah. ”Ya, Banten dan Lampung sudah layak menjadi tuan rumah,” ujar Marciano.
Marciano menjelaskan, berdasarkan hasil kunjungan menyeluruh oleh tim penjaringan calon tuan rumah PON XXIII, Provinsi Banten memiliki fasilitas arena yang cukup banyak, bahkan melebihi kebutuhan.
”Misalnya lapangan golf. Kita butuhnya hanya satu, tetapi Banten menawarkan tujuh. Lalu untuk maraton juga ada dua, di PIK 2 dan Tanjung Lesung, padahal yang kita butuhkan hanya satu,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyatakan kesiapan Provinsi Banten untuk menjadi tuan rumah PON XXIII bersama Provinsi Lampung. Ia memaparkan bahwa Banten didukung oleh sejumlah infrastruktur strategis yang mumpuni.
”Infrastruktur seperti Bandara Soekarno-Hatta, Pelabuhan Merak, Commuter Line Serpong–Tanah Abang, serta jalur kereta api Rangkasbitung–Tanah Abang dan Rangkasbitung–Merak akan mempermudah aksesibilitas para atlet, ofisial, dan seluruh tamu PON XXIII,” kata Andra.
Banten, kata Andar, juga telah memiliki stadion berstandar internasional dengan kapasitas puluhan ribu penonton yang siap dijadikan pusat pelaksanaan olahraga.
”Kami memiliki Banten International Stadium (BIS) yang berada dalam Kawasan Sport Center. Stadion berkapasitas 32.000 penonton ini akan menjadi klaster utama pelaksanaan PON XXIII dengan konsep sport city yang terintegrasi dengan venue multicabang olahraga,” tuturnya.
(*Lum/Red)

















