Sedangkan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI Nadiem Makarim menyampaikan apresiasi terhadap keberanian para pimpinan perguruan tinggi yang telah melakukan perubahan pada sistem tata kelola kampus kearah yang lebih baik dan berinovasi pada pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.
“Yang paling penting adalah mengubah mindset dengan pendidikan tinggi yang berkualitas. Kampus harus menjadi ruang yang merdeka untuk belajar, aman dan nyaman dan bebas dari kekerasan. Ini landasan untuk kampus berkualitas,” kata Nadiem.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian menerangkan, pihaknya telah melakukan berbagai langkah untuk melakukan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kota Cilegon. Selain membangun infrastruktur sekolah di tingkat dasar dan menengah, Pemkot Cilegon juga menggulirkan program beasiswa full sarjana.
“Kami juga menyiapkan beasiswa untuk 5.000 orang selama 5 tahun atau setidak-tidaknya 1.000 orang per tahun. Setiap orangnya mendapatkan Rp 3 juta dikali 8 semester. Pada tahun 2021 ada 525 orang penerima beasiswa, tahun 2022 sebanyak 1.208 orang dan tahun 2023 kita targetkan 1.300 orang,” kata Helldy.
Selain itu, Helldy juga mengaku, pihaknya terus membangun kerjasama dengan 2 PTN dan sekitar 26 PTS yang ada di Kota Cilegon dan Provinsi Banten, sehingga tidak ada lagi alasan bagi generasi di Kota Cilegon untuk tidak melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Alhamdulillah, dengan sosialisasi dan program beasiswa itu angka partisipasinya naik. Kami akan berusaha keras untuk terus melakukan pembangunan, tidak hanya fisik tapi juga kualitas masyarakat Kota Cilegon,” kata Helldy.
(*Fer/Red)





















