Cilegon, CNO – Berdasarkan data aplikasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (E-SAKIP), terdapat 8 kelurahan dari 43 kelurahan di Kota Cilegon yang persentasi realisasi anggaran hingga triwulan III untuk program Dana Pembangunan Wilayah Kelurahan (DPW-Kel) masih di bawah rata-rata.
Delapan kelurahan dimaksud diantaranya Kelurahan Ramanuju, Karangasem, Bendungan, Tegal Ratu, Purwakarta, Tegal Bunder, Ciwaduk dan Deringo. Bahkan masih terdapat tiga kelurahan yang persentasinya masih 0 persen.
“Tapi ada peningkatan capaian program prioritas daerah. Pada tanggal 26 Juni capaian realisasi keuangan prioritas daerah khususnya Salira (sarana dan prasarana lingkungan rukun warga) sebesar 36,8 persen dan realisasi proses 40,56 persen,” kata Asda II Kota Cilegon, Tb. Dzikri Maulawardhana saat memberi materi dalam rapat koordinasi pembahasan pengendalian program DPW-Kel Triwulan I dan II tahun anggaran 2022 yang dilaksanakan oleh Bagian Administrasi Pembangunan Setda Kota Cilegon Cilegon, Senin (27 Juni 2022).
Pada kesempatan tersebut, Dzikri juga mengapresiasi lima daerah yang tingkat realisasi anggarannya tertinggi untuk kegiatan DPW-Kel khususnya Salira. Terutama Kelurahan Samangraya yang realisasi anggarannya mencapai 68,60 persen.
“Kelurahan Samangraya 68,60 persen, Suralaya 67,12 persen, Mekar Sari 66,80 persen, Cikerai 55,41 persen dan Kelurahan Citangkil 41,02 persen,” kata Dzikri.
Menurutnya ada beberapa kendala yang dihadapi dalam program Salira ini diantaranya, proposal usulan dari Kelurahan/LPM belum sesuai dengan jadwal/keterlambatan dari dinas terkait, kurangnya SDM yang menyusun RAB, banyaknya titik lokasi yang diusulkan dari masing-masing RW.
Kemudian, kata Dzikri, masih ada anggapan Rp.100 jt yang pengelolanya langsung oleh RW sehingga memerlukan proses pendekatan, untuk kegiatan-kegiatan tertentu seperti PJU lingkungan, rehab rumah, dan jamban keluarga masih dalam proses keluarnya rekomendasi dari dinas terkait.
“Kendala-kendala seperti ini harus dikoordinasikan dalam forum ini sehingga capainnya seperti yang diharapkan. Salira yang merupakan program prioritas daerah harus berjalan maksimal tentunya harus dengan perencanaan yang baik,” tuturnya.
(*Fer/Red)




















