Cilegon, CNO – Lima warga Cilegon mendapat beasiswa ke luar negeri dari program Beasiswa Full Sarjana (BFS) milik Pemerintah Kota Cilegon. Kelimanya memperoleh bantuan dari Pemkot Cilegon untuk melanjutkan kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo.
Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Cilegon Heni Anita Susila di sela-sela Beasiswa Full Sarjana Fair 2023 di halaman Rumah Dinas Wali Kota Cilegon, Kamis 21 Desember 2023.
“Kelima orang ini termasuk di dalam beasiswa full sarjana, kalau tahun-tahun yang lalu kan belum termasuk mahasiswa yang ada di luar Indonesia. Nah Tahun ini ada lima orang mahasiswa yang belajar di Al Azhar Kairo,” kata Heni.
Menurutnya, bantuan beasiswa untuk di dalam dan luar negeri nominalnya sama yaitu sebesar Rp3 juta setiap semester. “Jadi kita bantu dan Alhamdulillahnya kalau kuliah di Mesir atau Timur Tengah itu enggak terlalu makan biaya juga,” ujarnya.
Pada Beasiswa Full Sarjana Fair 2023 tersebut Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mengatakan, program beasiswa full sarjana bertujuan untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Cilegon. Oleh karena itu, Helldy meminta Dindikbud juga memantau lulusan kuliah penerima program beasiswa tersebut.
Pemantauan itu perlu dilakukan guna mengetahui efektivitas dari program prioritas Pemkot Cilegon tersebut. “Dindik memonitor setiap angkatan kemana. Jangan hanya mencetak tapi juga memantau. Mereka bekerja dimana, ada yang bisa kita bantu atau tidak,” ujar Helldy.
Dijelaskan Helldy, hingga saat ini sudah 3.000 masyarakat Cilegon menerima program beasiswa full sarjana sejak ia menjabat sebagai Wali Kota Cilegon.
Sejak dirinya menjabat wali kota, pengangguran di Kota Cilegon masih berada di posisi ketujuh se-Provinsi Banten. Untuk itu Pemerintah Kota Cilegon membuat program Beasiswa Full Sarjana untuk masyarakat Kota Cilegon sebagai upaya dalam mengurangi angka pengangguran.
“Ini upaya untuk terus mengurangi angka pengangguran di Cilegon. Berharap program tersebut bisa berjalan dengan baik dan melahirkan sumber daya manusia yang berdaya saing. Merdeka Pelajar, Merdeka Pengajar,” tutur Helldy.
(*Adv/Red)







