Cilegon, CNO – Kunkunku merupakan merek asli Cilegon yang memproduksi cemilan berkualitas berupa kacang bawang dan rengginang. Usaha yang didirikan oleh Kurniati ini telah dirintis sejak 2010.
Kunkunku mampu memproduksi rengginang sebanyak 5 kilogram dan kacang hingga 10 kilogram dalam tiga kali produksi setiap minggu. Berkembangnya usaha ini tak lepas dari peran Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kota Cilegon dalam memberikan pembinaan dan pendampingan.
Melalui dukungan dari Dinkop UKM, Kukunku telah mendapatkan berbagai manfaat, mulai dari pengembangan relasi, pelatihan pengemasan yang baik, hingga sertifikasi halal dan legalitas produk. Selain itu, Kurniati juga telah mengikuti pelatihan proses uji umur simpan produk untuk memastikan kualitas tetap terjaga.
Berbekal pengetahuan yang didapat Kurniati, ia mampu mengembangkan produk Kunkunku sehingga diminati oleh masyarakat. Dua produk andalan Kunkunku yaitu kacang bawang dan rengginang selalu kehabisan stok.
Harga produk Kunkunku bervariatif. Untuk kacang bawang dengan berat 90 gram dijual sebesar Rp10.000, sedangkan untuk kapasitas 250 gram djual dengan harga Rp25.000. Sementara itu, rengginang dijual mulai dari Rp15.000 untuk yang mentah dan yang matang dijual Rp18.000 per bungkus.
“Produk kami juga bisa ditemukan di berbagai tempat seperti Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Cilegon, pojok UMKM, Toko Edi, dan pusat oleh-oleh lainnya,” ujar Kurniati.
Selain ditempat-tempat tersebut, untuk mendapatkan produk Kunkunku juga dapat mengunjungi lokasi usaha di Linkungan Sumampir Timur, Kelurahan Kebon Dalem, Kecamatan Purwakarta. Bisa juga menghubungi nomor 087771093233 jika ingin melakukan pemesanan.
Kepala Dinkop UKM Kota Cilegon, Didin S. Maulana, mengatakan, pihaknya rutin melakukan kunjungan ke sentra usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Upaya ini dilakukan untuk memberi dukungan dalam pengembangan usaha kecil.
Didin berharap, kunjungan tersebut dapat membuka pintu kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan pelaku UMKM agar usaha-usaha seperti Kukunku dapat terus berkembang dan bersaing di pasar yang lebih besar.
“Dengan kunjungan ini, kami ingin melihat dan menilai secara langsung kendala apa yang terjadi, agar kami bisa membantu mencari solusi, serta mempromosikan produk UMKM lebih luas lagi,” kata Didin.
(*Fer/Red)





















