Cilegon, CNO – Ketua Umum PB Al-Khairiyah Ali Mujahidin (Mumu) mengatakan sejak awal berdiri Al-Khairiyah merupakan bagian dari perjuangan NKRI dan juga turut mencerdasakan bangsa melalui lembaga pendidikan pondok pesantren dan madrasah.
Hal tersebut disampaikan Mumu saat memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-96 Al-Khairiyah di Sekertariat PB Al-Khairiyah, Kamis (6 Mei 2021).
Peringatan harlah kali ini merupakan bentuk penghargaan kepada pendiri Al-Khairiyah Brigjend KH. Syamun dan sebagai wujud rasa syukur atas berdirinya Universitas Al-Khairiyah dan cabang-cabang Al-Khairiyah baru.
“Al-Khairiyah hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk perjuangan, iman dan amal saleh melalui pendidikan sejak sembilan puluh enam tahun lalu. Melalui ratusan cabang yang tersebar ke penjuru negeri, diharapkan menjadi amal jariah pendiri dan para guru Al-Khairiyah,” katanya.
Mumu juga mengatakan, eksistensi Al-Khairiyah saat ini bukan hanya di pendidikan tetapi sekarang telah menjadi organisasi sosial keagamaan dan kemasyarakat yang terus melakukan upaya berbagai pembinaan umat baik bidang keagamaan, sosial budaya, ekonomi, politik, dan demokrasi.
Ia berharap melalui pendidikan Al-Khairiyah dapat mengabdi untuk kebajikan dan berkehidupan yang bermartabat dan bertekad melanjutkan hithah perjuangan KH. Syam’un.
Peringatan harlah Al-Khairiyah tahun ini dilakukan secara sederhana dengan hanya menggelar doa dan buka puasa bersama keluarga Al-Khairiyah.
(*Fer/Red)





















