Cilegon, CNO – Sejak menempati gedung baru pada Mei 2026, Perpustakaan Cilegon terlihat terus berupaya untuk meningkatkan layanannya. Selain itu, Perpustakaan Cilegon juga berupaya memberikan layanan yang beragam.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kerasipan (DPK) Kota Cilegon, Ismatullah mengatakan pihaknya terus berupaya mengenalkan keberadaan gedung perpustakaan kepada masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kita menerapkan pelayanan prima. Menambah waktu layanan Sabtu dan Minggu. Jam pelayanan sampai pukul 22.00 WIB. Kita juga ada layanan disabilitas dan wanita serta pojok literasi Wong Cilegon,” kata Ismatullah.
Perpanjangan waktu layanan tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat yang memiliki aktivitas pada siang atau hari kerja. Sementara layanan yang diperuntukkan bagi kelompok tertentu menjadi bagian dari pengembangan akses perpustakaan agar dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak masyarakat.
DPK juga menyiapkan pengembangan fasilitas di dalam maupun sekitar gedung perpustakaan. Selain kegiatan literasi, sejumlah fasilitas disebut akan disempurnakan untuk mendukung kenyamanan pengunjung.
“Kita juga kerjasama dengan komunitas literasi, membuat kegiatan kajian, bedah buku, pemutaran film. Selain itu, kita juga melengkapi sarana prasarana perpustakaan. Akan ada penambahan fasilitas pagar, parkiran, peredam suara untuk mini teater serta perawatan gedung sebagai upaya penyempurnaan layanan,” ujarnya.
Selain mengembangkan fasilitas di gedung utama, DPK Kota Cilegon juga memperluas jangkauan pelayanan melalui Perpustakaan Keliling atau Pusling.
“Kita sampai dengan saat ini berupaya untuk memunculkan inovasi-inovasi baru. Salah satunya Pusling atau perpustakaan keliling,” katanya.
Layanan perpustakaan keliling menjadi salah satu cara untuk menjangkau masyarakat di luar gedung perpustakaan. Dengan demikian, pelayanan tidak sepenuhnya bergantung pada masyarakat yang datang langsung ke gedung baru tersebut.
Aktivitas literasi juga dikembangkan melalui kerja sama dengan sejumlah pihak. Sekolah, lembaga pemerintahan, komunitas, media hingga organisasi masyarakat menjadi bagian dari jejaring kolaborasi yang dibangun.
“Kita juga kerjasama dengan sekolah, Kalapas, Kajari, Legislatif, Yudikatif dan eksekutif serta media dan NGO,” ujarnya.
Selain kolaborasi kelembagaan, menurut Ismat, DPK juga mendorong keterlibatan dunia usaha dan dunia industri yang berada di Kota Cilegon.
Hingga Agustus 2026, jumlah kunjungan yang tercatat mencapai 53.075 pengunjung. Dari angka tersebut, sebanyak 26.731 merupakan pengunjung laki-laki, sedangkan 26.075 pengunjung perempuan.
(*Fer/Red)





















