Cilegon, CNO – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon tengah mengumpulkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) untuk menganalisis dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terhadap kualitas udara di wilayah setempat.
“Yang terkait dengan asap, kami sedang menarik data dari ISPU. Kami juga akan menganalisis sampai di mana pengaruh asap kiriman dari Kalimantan,” Kepala DLH Kota Cilegon Sabri Mahyudin.
Menurutnya, pengumpulan data dilakukan untuk mengetahui kadar pencemaran udara. Data tersebut selanjutnya akan dianalisis sebagai dasar menentukan langkah penanganan apabila ditemukan dampak yang membahayakan masyarakat.
Saat ini terdapat dua unit alat pemantau ISPU yang masih berfungsi, masing-masing berada di wilayah Merak dan Gunung Sugih.
“Kalau hasil analisisnya membahayakan, kami informasikan kepada Pak Wali Kota untuk menentukan tindakan, termasuk kepada Dinas Kesehatan. Nanti mungkin ada langkah-langkah teknis terkait penyiapan di tingkat puskesmas yang ada di kelurahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, apabila hasil pemantauan menunjukkan kualitas udara berada pada kategori berbahaya, pemerintah akan mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah.
“Kami tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker dan mengurangi aktivitas di luar rumah,” tuturnya.
Meski demikian, DLH Kota Cilegon masih menunggu hasil penarikan dan analisis data ISPU untuk memastikan tingkat pengaruh asap kiriman tersebut terhadap kualitas udara di wilayah setempat.
(*Fer/Red)




















