Sedangkan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DPMPTSP Kota Cilegon Tb. Dendi Rudiatna menjelaskan, hingga bulan Maret ini belum ada laporan data investasi yang masuk. Namun fakta di lapangan sudah banyak industri yang melakukan pembangunan dan pengembangan. “Biasanya nanti setelah semester pertama atau kedua laporannya akan masuk,” kata Dendi.
Menurutnya, data investasi masuk itu biasanya diterima dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI. Ini karena banyak industri yang menempuh perizinan langsung ke pusat.
“Industri pengolahan kimia masih mendominasi investasi di Kota Cilegon, seperti Lotte dan Chandra Asri,” jelas Dendi.
Bahkan, kata Dendi, berdasarkan perizinan investasi yang dilaporkan ke pemerintah pusat, untuk Chandra Asri saja nilai investasinya dalam jangka panjang mencapai Rp70 triliun. “Tapi tidak sekaligus. Mereka buat multiyears atau direalisasikan bertahap setiap tahunnya,” kata dia.
Selain industri pengolahan kimia, tambah Dendi, ada juga industri pelabuhan yang tengah dikembangkan PT Krakatau Bandar Samudera (KBS), serta PT Indoraya Tenaga yang merupakan anak perusahaan PT Indonesia Power.
“Di samping itu juga ada pengembang perumahan yang tengah melakukan pengembangan atau penambahan unit. Kalau pengembang baru belum ada. Hanya pengembang lama yang menambah unit dan itu juga investasinya lumayan,” ujarnya.
(*Fer/Red)




















