Kamis, 17 September 2026
No Result
View All Result
Cilegon News
  • Home
  • News
    Resmi, 28 dan 30 Juni Cuti Bersama Iduladha

    Daftar Hari Libur Nasional Tahun 2027 Resmi dari Pemerintah

    Angin Kencang Tumbangkan Pohon Besar di Sumampir

    Angin Kencang Tumbangkan Pohon Besar di Sumampir

    KIM Kecamatan Ciwandan Segera Gencarkan Sosialisasi Program Pemerintah

    KIM Kecamatan Ciwandan Segera Gencarkan Sosialisasi Program Pemerintah

    RT dan RW Sudah, Giliran Linmas dan Atlet Popda Dapat BPJS Ketenagakerjaan

    RT dan RW Sudah, Giliran Linmas dan Atlet Popda Dapat BPJS Ketenagakerjaan

    Nelayan Cilegon Dapat BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Bulanan Dibayari Pemerintah

    Nelayan Cilegon Dapat BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Bulanan Dibayari Pemerintah

    Pemerintah Bakal Digitalisasi Arsip Kuno di Cilegon

    Pemerintah Bakal Digitalisasi Arsip Kuno di Cilegon

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Sosbud
  • Lingkungan
  • Sudut Kota
  • Kesehatan
Cilegon News
Kamis, 17 September 2026
Cilegon News
No Result
View All Result

Cuaca Panas di Cilegon yang ‘Membakar’ Kulit Disebut Segera Berakhir

31 Oktober 2024
Reading Time: 2 mins read
A A
Suhu Panas di Indonesia Bisa Mencapai 40 Derajat

Ilustrasi. (Foto: Freepik)

Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Cilegon, CNO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut cuaca panas yang ‘membakar’ kulit yang terjadi di sejumlah wilayah termasuk Cilegon belakang ini akan segera mereda. Hal ini dapat terjadi seiring dengan peningkatan curah hujan.

Deputi bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan dikutip dari CNN Indonesia mengatakan, dalam beberapa waktu ke depan, Siklon Tropis Kong-rey akan menjauhi dari wilayah Indonesia.

BACA JUGA

Abu Vulkanik GAK Sampai ke Cilegon, Wali Kota Bagikan Masker

Polda Banten Tanam 1.000 Pohon di Situ Rawa Arum

“Diprediksi (Siklon Tropis Kong-rey) akan melemah serta adanya potensi aktifnya gelombang ekuator Rossby dan nilai OLR negatif di wilayah Jawa, maka akan dapat meningkatkan potensi pembentukan awan hujan dalam beberapa hari ke depan,” ujar Ardhasena.

Menurut Ardhasena peningkatan pembentukan awan hujan ini akan konsisten, sehingga berdampak pada penurunan suhu, khususnya di Pulau Jawa.

“Dengan diprediksi mulai turunnya hujan secara konsisten dalam beberapa waktu ke depan, maka suhu permukaan juga diprediksi akan menurun terutama di wilayah Jawa,” ujarnya.

Menurut Ardhasena, ada beberapa faktor yang menyebabkan cuaca panas terik ‘membakar’ Indonesia, salah satunya adalah pengaruh dari siklon tropis.

“Siklon Tropis, seperti Kong-rey yang baru-baru ini aktif di Samudra Pasifik, menarik massa udara dari wilayah sekitarnya, termasuk Indonesia. Dampaknya, wilayah seperti Jawa menjadi lebih kering karena massa udara yang seharusnya membantu pembentukan awan hujan tertarik ke arah pusat siklon,” terangnya.

Kemudian, Gerak Semu Matahari pada Oktober juga berkontribusi pada cuaca panas. Pasalnya, pada periode ini Matahari berada lebih dekat dengan wilayah selatan ekuator.

Hal tersebut, kata Ardhasena, meningkatkan intensitas radiasi Matahari di wilayah Indonesia, khususnya Jawa, dan menyebabkan suhu terasa lebih panas.

“Meskipun sebagai besar wilayah Jawa diprediksi telah memasuki musim penghujan pada akhir Oktober, namun dinamika atmosfer global dan regional seperti aktifnya Siklon Tropis di sebelah Utara wilayah Indonesia mampu menghambat pertumbuhan awan hujan,” ujar dia.

Sementara itu ditambahkan oleh Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, penyebab panas yang terjadi di sejumlah wilayah di Tanah Air karena Gerak Semu Matahari. Panas yang terjadi hanya siklus panas terik harian, karena ada pergerakan semu Matahari.

“Saat ini di bulan Oktober posisi Matahari ada di 8 atau 9 derajat Lintang Selatan. Hal ini menyebabkan wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara banyak menerima sinar Matahari langsung,” kata Guswanto.

Selain itu, menurut Guswanto saat ini wilayah selatan RI masih mengalami musim kemarau dan sedang menuju musim penghujan. Hal tersebut, kata dia, membuat tutupan awan di wilayah selatan, khususnya di Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara masih dipengaruhi oleh angin Muson Timur, sehingga tutupan awan masih jarang.

Sebelumnya, BMKG memberi peringatan kepada masyarakat di sejumlah daerah untuk mewaspadai dampak suhu panas yang berpotensi ‘membakar’ RI. Menurut BMKG, suhu di sejumlah daerah bahkan mencapai 37 hingga 38,4 derajat Celsius.

Berdasarkan analisa tim ahli meteorologi BMKG sampai Senin (28 Oktober 2024) siang, tercatat suhu panas tertinggi melanda wilayah Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang mencapai 38,4 derajat Celsius.

Cuaca panas masih ‘membakar’ sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa hari terakhir, meski sudah jadwalnya masuk musim penghujan.

(*Fer/Red)

Tags: Berita CilegonBMKGSuhu Panas

Related Posts

Wamendagri ke Cilegon, Bima Arya: Memimpin Jangan Terjebak Kalkulasi Politik

20 Mei 2026
Wamendagri ke Cilegon, Bima Arya: Memimpin Jangan Terjebak Kalkulasi Politik

Cilegon, CNO - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia Bima Arya Sugiarto menyambangi Kota Cilegon, Rabu, 20 Mei 2026....

Read more

Kecamatan Citangkil Punya Layanan Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

13 November 2024
Kecamatan Citangkil Punya Layanan Baru untuk Tingkatkan Pelayanan Publik

Cilegon, CNO - Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon memiliki layanan baru untuk mempermudah dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan Terpadu Satu...

Read more

Kelurahan Gerem Peringkat II Banten SDG’s Award 2024

12 November 2024
Kelurahan Gerem Peringkat II Banten SDG’s Award 2024

Cilegon, CNO - Kelurahan Gerem, Kecamatan Gerogol, Kota Cilegon, menjadi peringkat dua terbaik dalam ajang Banten Sustainable Development Goals (SDG's)...

Read more
Next Post
UMKM Cilegon Cukup Scan QR Code Bisa Ajukan Pinjaman Modal

UMKM Cilegon Cukup Scan QR Code Bisa Ajukan Pinjaman Modal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

SOROTAN REDAKSI

Sakit Tak Bisa Pulang, TKI Asal Cilegon Kirim WA ke Wali Kota dan Berhasil Pulang

Sakit Tak Bisa Pulang, TKI Asal Cilegon Kirim WA ke Wali Kota dan Berhasil Pulang

23 November 2023
Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy

Tol Serang-Panimbang Akan Dilanjutkan Hingga Bayah?

19 November 2021
Wisata Situ Rawa Arum Kini Punya Akses dari Jalan Nasional

Wisata Situ Rawa Arum Kini Punya Akses dari Jalan Nasional

2 Oktober 2023

PHRI Gelar Uji Kompetensi Pelaku Industri Pariwisata

19 Oktober 2020
Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, ASDP Permudah Pembelian Tiket

Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, ASDP Permudah Pembelian Tiket

17 Juli 2020
Harga Cabai Rawit Merah Naik 100 Persen

Stok Kebutuhan Pokok di Cilegon Saat Puasa Mencukupi

15 Maret 2021

TERBARU

Resmi, 28 dan 30 Juni Cuti Bersama Iduladha

Daftar Hari Libur Nasional Tahun 2027 Resmi dari Pemerintah

15 September 2026
Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sekolah di Cilegon Berlakukan PJJ

Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Sekolah di Cilegon Berlakukan PJJ

6 September 2026
Abu Vulkanik GAK Sampai ke Cilegon, Wali Kota Bagikan Masker

Abu Vulkanik GAK Sampai ke Cilegon, Wali Kota Bagikan Masker

6 September 2026
DPRD Cilegon Gelar Paripurna Penyampaian Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

DPRD Cilegon Gelar Paripurna Penyampaian Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

1 Juli 2026
Bapemperda DPRD Kota Cilegon Undang OPD Bahas Propemperda 2026

Bapemperda DPRD Kota Cilegon Undang OPD Bahas Propemperda 2026

25 Juni 2026
Currently Playing
  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2024 Cilegon News. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Sosbud
  • Kabare
  • Lingkungan
  • Ragam Kelurahan
  • Sudut Kota
  • Properti

Copyright © 2024 Cilegon News. All rights reserved.

error: Content is protected !!