Cilegon, CNO – Ketua DPRD Kota Cilegon Isro Mi’raj hadiri pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-116 di halaman Rumah Singgah Dinas Sosial Kota Cilegon di Kelurahan Cikerai, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Rabu (10 Mei 2023).
Menurut Isro, kegiatan TMMD yang dilaksanakan di wilayah di Kelurahan Cikerai itu harus mendapat support lantaran untuk kepentingan masyarakat yang akan berimbas pada perekonomian. Program TMMD yang identik dengan pembangunan fisik juga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
“TMMD dulu ABRI Masuk Desa (AMD). Ini kegiatan yang menjadi produk unggulan TNI. Saya bilang TNI Angkatan Darat hadir dan dirasakan oleh masyarakat. Ide dan gagasan yang sudah turun temurun dari generasi ke generasi yang sudah di programkan oleh TNI ini, kami selaku wakil rakyat pertama mengapresiasi dan terus mensuport kegiatan seperti ini,” kata Isro.

Politisi Partai Golkar itu menuturkan, selama dirinya menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Cilegon, TMMD sudah dua kali terselenggara di Kota Cilegon yakni pada tahun 2022 dan tahun 2023.
“Tahun lalu itu di Mekarsari, Pulomerak. Itu sangat luar biasa dan manfaatnya dirasakan masyarakat bagaimana infrastruktur ini berdampak pada peningkatan ekonomi,” katanya.
Ia mencontohkan, jika suatu wilayah sudah terdapat jalan penghubung maka Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP) tanah akan naik yang otomatis akan menaikkan harga jual tanah. Ia berharap, masyarakat tidak tergoda untuk menjual tanah yang sebelumnya tidak bernilai dan kemudian memiliki harga tinggi setelah dilalui jalan.
“Kalau tidak butuh jangan dijual, manfaatkan untuk ekonomi yang lain, berdagang, usaha UMKM lain seperti panglong dan lainnya, tentu nanti ini manfaatnya tidak spontan, tentu nanti anak cucunya kan bisa mewarisi itu,” harap Isro.
Isro menjelaskan, TMMD pada tahun ini dianggarkan oleh Pemerintah Kota Cilegon sebesar Rp950 juta. Namun ia memastikan, ketika ada permintaan penambahan anggaran untuk tahun berikutnya akan menyetujuinya.
“Tadi disampaikan Pemkot Cilegon melalui Bappeda dan Dinas PU nya kita mensuport. Tenaga kerjanya dari anggaran TNI, kalau infrastrukturnya itu dari Pemkot Cilegon sebesar Rp950 juta,” ujarnya.
Sementara itu, Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf Aryo Priyoutomo Soedojo mengatakan, TMMD adalah program rutin setiap tahun yang dilaksanakan berdasarkan tim musyawarah perencanaan pembangunan. Melalui musyawarah itu juga lokasi pelaksanaan program TMMD ditentukan.
“Jadi tidak asal penunjukan tetapi atas dasar musyawarah melibatkan semua stakeholder yang ada, termasuk masyarakat. Yang jelas Insya Allah setiap program TMMD pasti berdampak positif kepada masyarakat secara langsung baik itu pembangunan fisik dan non fisik,” kata Aryo Priyoutomo Soedojo.
(*Red/Adv)





















