Cilegon, CNO – Beberapa wilayah di Kota Cilegon dilanda angin kencang, Senin (8 Februri 2021) petang. Di Cibeber, sepuluh atap rumah warga di RT 06 RW 01, Lingkungan Cibeber, Kelurahan Cibeber, Kecamatan Cibeber mengalami kerusakan.
Bambang Nur Indrawan salah seorang warga Cibeber mengatakan, sekitar pukul 17.35 WIB angin yang disebutnya puting beliung menghantam sejumlah atap rumah warga sehingga menyebabkan kerusakan.
“Anginnya itu muter-muter, saya ada di lokasi kejadian. Yang atapnya rusak ada 10 rumah mah di daerah selatannya,” kata Bambang.
Selain itu kata Bambang, sebuah kandang bebek juga tertimpa pohon tumbang akibat terpaan angin kencang. “Ada pohon tumbang nimpa kandang bebek juga,” tuturnya.
Sedangkan di Lingkungan Kalibaru, RT/RW 01/02, Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, atap tiga rumah warga beterbangan dan mengalami kerusakan yang cukup parah.
Menurut Ketua RT 01/02 Lingkungan Kalibaru Afa Sukuan, tingkat kerusakan atap rumah warganya hampir 80 persen sehingga rumah tersebut tak dapat ditempati.
“Tiga rumah di daerah saya, kerusakannya hampir 80 persen. Atap berbahan asbes pada terbang,” ujar Afa melalui sambungan telpon.
Selain merusak atap rumah warga, menurut Afa, beberapa atap dari industri juga terbawa angin hingga ke wilayahnya. “Ada seng dari industri yang terbawa angin menimpa rumah warga, dari PT Berkat Tekhnik Utama,” ujarnya.
Terpisah, Lurah Gerem Deni Yuliandi mengatakan, kerusakan akibat hembusan angin kencang juga terjadi dibeberapa kawasan di wilayahnya. Di Lingkungan Singkil dan Lingkungan Sumur Wuluh, dua rumah tertimpa pohon tumbang.
“Di Singkil rumah ketimpa pohon kelapa, di Sumur Wuluh ketimpa dahan pohon aja. Kerusakan tidak terlalu parah, atapnya aja,” ujar Deni.
Deni juga mengaku akan segera berkomunikasi dengan RT setempat termasuk yang di Lingkungan Kalibaru untuk mengkoordinasikan langkah selanjutnya.
“Saya koordinasi sama RT dulu, kita upayakan semaksimal mungkin biar rumah warga bisa diperbaiki. Untuk sementara, barangkali ada rumah sanak saudaranya bisa tinggal sementara dulu,” tuturnya.
Sementara, Kabid Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Kota Cilegon, Afu Mafruh mengaku sedang berusaha berkoordinasi dengan pihak kelurahan setempat.
Ia juga mengimbau kepada warga yang mengalami musibah kebencanaan untuk segera melaporkannyake pihak RT setempat agar BPBD bisa bergerak cepat.
“Harusnya warga infoin ke RT dulu, biar kita bisa koordinasi, biar enggak terjadi miskomunikasi nantinya,” tegas Afu.
(*Fer/Red)





















