Dengan penduduk lebih dari dua juta jiwa, kata dia, Medan menghasilkan 1.800 ton sampah per hari. “Di saat kita binging mau buang sampah kemana, Kota Cileogn malah mengubah sampah menjadi suatu produk yang bernilai ekonomi. Bahkan menerima sampah dari luar daerah sebagai bahan baku,” ucapnya.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon Helldy Agustian menjelaskan, pihaknya siap berbagi ilmu dengan daerah lain yang ingin mengolah sampah. “Tidak ada yang tidak mungkin bila dilakukan dengan sungguh-sungguh. Silahkan dipelajari. Kalau ada keseriusan, mudah sebenarnya,” kata Helldy.
Pengolahan sampah yang dilakukan Pemkot Cilegon, kata Helldy, lantaran adanya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah. “Ada sekitar 12 daerah yang ditunjuk dalam Perpres tersebut tapi belum ada yang jalan karena alasan COVID dan lain sebagainya,” kata dia.
Oleh karena itu, ia bersama PT Indonesia Power, anak perusahaan PT PLN, bekerjasama mengolah sampah. Mulai dari penelitian, kesepakatan bersama hingga mengolah sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) Plant yang hasil produksinya digunakan PT Indonesia Power sebagai pendamping batu bara.
(*Fer/Red)




















