Cilegon, CNO – Pemerintah Kota Cilegon mendapat dana pembagian keuntungan (dividen) dari Bank Jabar Banten (BJB) sebesar Rp6,54 miliar. Total dividen yang dibagikan BJB saat menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), Selasa (4 April 2023) adalah sebesar Rp1,1 trilian.
Pemerintah Kota Cilegon menjadi salah satu pemegang saham BJB dengan total saham 0,61 persen atau sekitar Rp25 miliar.
Wali Kota Cilegon Helldy Agustian mengapresiasi kinerja Bank bjb yang dinilainya masih tumbuh baik di tengah kondisi ekonomi global yang belum stabil. Oleh karenanya, ia pun bersyukur mendapat dividen sebesar itu.
“Saham kami Pemkot Cilegon di Bank bjb hanya 0,61 persen atau sekitar Rp25 miliar. Oleh karenanya dibandingkan dengan investasi atau penyertaan modal lain, saya kira Bank bjb masih lebih menjanjikan,” kata Helldy.
Dibandingkan dengan tahun buku 2021, dividen yang diberikan Bank bjb mengalami peningkatan sebesar 2,07 persen. Diketahui, pada 2021 Pemkot Cilegon mendapatkan dividen Rp6,41 miliar.
Sedangkan terkait rencana penambahan saham di Bank bjb, Helldy mengatakan bahwa hal itu harus diawali dengan perubahan Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Penyertaan Modal.
“Kuota penyertaan modal Pemkot Cilegon ke Bank bjb sudah habis, yakni maksimal Rp25 miliar sesuai perda itu. Jadi nanti kami harus dikomunikasikan ke DPRD terlebih dahulu,” jelasnya.
Sementara itu, Asda II Kota Cilegon Tb Dikrie Maulawardhana menambahkan, terkait rencana penambahan penyertaan modal ke Bank bjb, pihaknya sudah menunjuk Tim Penasihat Investasi dari perguruan tinggi.
“Setelah ada kajian dari tim, nanti kita komunikasikan dengan DPRD Kota Cilegon mengenai perubahan perdanya seperti apa,” kata Dikrie.
Dikrie menambahkan, bila melihat dividen yang diberikan Bank bjb selama ini cukup baik, sehingga Pemkot Cilegon dalam jangka panjang tidak akan segan untuk menambah penyertaan modal. “Adapun besaran tambahan penyertaan modalnya nanti kita bahas sama-sama dengan DPRD,” ungkapnya.
(*Fer/Red)




















