Cilegon, CNO – Inflasi di Provinsi Banten di awal tahun 2024 cukup terkendali sedangkan pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada kuartal tiga tahun 2023 mencapai 4,97 persen yang berada di atas pertumbuhan ekonomi Nasional sebesar 4,94 persen.
Menurut Pj. Gubernur Banten Al Muktabar, kondisi tersebut merupakan hasil dari pengambilan langkah-langkah dalam pengendalian inflasi. Salah satunya dengan menjaga keseimbangan antara faktor penawaran (supply) dan faktor permintaan (demand).
“Kita ketahui bahwa inflasi ini seperti denyut darah, terlalu rendah masalah dan terlalu tinggi juga masalah. Dan kita terus berupaya mencari titik keseimbangan itu,” kata Al Muktabar usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi, sebagaimana rilis yang diterima Cilegon News, Kamis, 4 Januari 2024.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten, mencatat secara Year-on-Year (y-o-y) bulan Desember 2023 inflasi Provinsi Banten sebesar 3,06 persen. Inflasi tersebut masih dipicu oleh beberapa komoditi seperti beras dan cabai.
“Dan keseimbangan itu kita lakukan dalam menindaklanjuti komoditi pemicu inflasi, seperti beras dan cabai sebagai upaya mempertahankan pangan kita,” kata Al Muktabar.
Ia menambahkan, pasca El Nino pihaknya juga terus memaksimalkan pengendalian inflasi dengan memperhatikan siklus tanam bagi komoditas pemicu inflasi. Dimana, upaya tersebut berkolaborasi dengan stakeholder untuk menentukan berbagai kebutuhan seperti penentuan cuaca, bibit atau benih tanaman.
“Seusai kemarau panjang, kita juga mengupayakan lahan tanam seperti sawah-sawah atau ladang dengan siklus tanam yang kita terus komunikasikan dengan menteri pertanian dan BMKG. Dimana soal bibit, pupuk sudah kita ajukan yang kedepannya saya harap sentra-sentra pangan kita akan semakin tinggi,” tuturnya.
(*Lum/Red)




















