Cilegon, CNO – Setelah ditutup pada 20 September 2026 lalu, jumlah pendaftar Beasiswa Juare mencapai 1.462 orang. Padahal Pemerintah Kota Cilegon hanya menyediakan kuota sebanyak 763 orang.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Kota Cilegon, Rahmatullah mengatakan, tahun ini kuota penerima program Beasiswa Juare sebanyak 763.
“Kalau di anggaran kuotanya 763. Yang daftar 1.452. Pendaftaran tanggal 11 (September) ditutup tanggal 20 September,” kata Rahmatullah.
Rahmatullah mengungkapkan, saat ini tim verifikasi dan valisasi dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tengah melakukan pengecekan data calon penerima hibah tersebut.
Hal itu dilakukan lantaran jumlah pendaftar melebihi dari kuota program Beasiswa Juare yang disediakan oleh Pemkot Cilegon. Tim verifikasi dan validasi terdiri dari unsur Bagian Kesra, DKCS, Disnaker, Diskominfo, dan Dinas Sosial Cilegon.
“Saat ini kita lakukan verifikasi, mungkin ada kekurangan atau yang belum terpenuhi sehingga diinformasikan kepada calon penerima beasiswa, kemudian nanti tanggal 1 (Oktober) verifikasi lapangan oleh tim,” ungkapnya.
Menurut Rahmatullah, nominal penerima dana hibah dari program Beasiswa Juare itu bervariasi, tergantung biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan perguruan tinggi tempat penerima manfaat berkuliah.
“Besaran beasiswa sama dengan tahun 2025 di angka Rp4 juta untuk swasta, kemudian untuk negeri Rp5-6 juta, kalau di luar Provinsi Banten Rp6-8 juta untuk UKT,” ucap Rahmatullah.
Sementara, sesuai dengan aturan dan regulasi program Beasiswa Juare, calon penerima manfaat diprioritaskan untuk yang berprestasi, tidak mampu, dan afirmasi.
“Kalau jurusannya kita menginginkan karena ini adalah link and match, paling tidak aturan studinya mendekati dengan kebutuhan industri,” tutup Rahmatullah.
(*Fer/red)





















