Minggu, 18 Januari 2026
No Result
View All Result
Cilegon News
  • Home
  • News
    Angin Kencang Tumbangkan Pohon Besar di Sumampir

    Angin Kencang Tumbangkan Pohon Besar di Sumampir

    KIM Kecamatan Ciwandan Segera Gencarkan Sosialisasi Program Pemerintah

    KIM Kecamatan Ciwandan Segera Gencarkan Sosialisasi Program Pemerintah

    RT dan RW Sudah, Giliran Linmas dan Atlet Popda Dapat BPJS Ketenagakerjaan

    RT dan RW Sudah, Giliran Linmas dan Atlet Popda Dapat BPJS Ketenagakerjaan

    Nelayan Cilegon Dapat BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Bulanan Dibayari Pemerintah

    Nelayan Cilegon Dapat BPJS Ketenagakerjaan, Iuran Bulanan Dibayari Pemerintah

    Pemerintah Bakal Digitalisasi Arsip Kuno di Cilegon

    Pemerintah Bakal Digitalisasi Arsip Kuno di Cilegon

    Saat Hari Metrologi Pemkot Cilegon Tebar Penghargaan

    Saat Hari Metrologi Pemkot Cilegon Tebar Penghargaan

    Trending Tags

    • Commentary
    • Featured
    • Event
    • Editorial
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Sosbud
  • Lingkungan
  • Sudut Kota
  • Kesehatan
Cilegon News
Minggu, 18 Januari 2026
Cilegon News
No Result
View All Result

Sokhidin Sayangkan Anggaran Posyandu Dipangkas Pemkot Cilegon

by Cilegon News
29 September 2025
in Advertorial
A A
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsApp

Cilegon, CNO – Wakil Ketua DPRD Kota Cilegon, Sokhidin menyayangkan kebijakan pemerintah daerah yang memangkas sejumlah anggaran untuk program Posyandu.

Padahal menurutnya, pemangkasan tersebut menyangkut kebutuhan dasar masyarakat dan berdampak langsung pada keberlangsungan pelayanan kesehatan serta pemberdayaan warga.

Salah satu program yang dipangkas adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk balita dan ibu hamil. Sokhidin menegaskan, meski anggarannya tidak besar, manfaat program ini sangat terasa di masyarakat.

“Anggarannya kecil, bukan miliaran, tapi ini menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Tidak seharusnya dipangkas. Posyandu selama ini jadi ujung tombak, tapi kalau program seperti PMT hilang, masyarakat pasti mengeluh,” ujar Sokhidin, Senin (29 September 2025).

Selain PMT, anggaran untuk kegiatan posyandu lainnya, termasuk posyandu remaja, juga ikut dihapus. Padahal program tersebut berkontribusi besar dalam meningkatkan kualitas generasi muda, baik melalui pelatihan bahasa asing, keterampilan logam, hingga pemrograman komputer.

Sokhidin mencontohkan, beberapa kegiatan bahkan dibiayai secara mandiri oleh masyarakat dan kader posyandu. Program ini semestinya bisa dijadikan pilot project untuk 43 kelurahan lain di Cilegon.

“Anak-anak muda bisa ikut kursus bahasa, pelatihan programming, bahkan robotik. Itu langsung dirasakan manfaatnya. Kalau benar pemerintah mengutamakan kegiatan yang menyentuh masyarakat, harusnya yang seperti ini justru didukung, bukan diabaikan,” tegasnya.

Sokhidin mengakui langkah Wali Kota Cilegon, Robinsar yang berencana memangkas anggaran kegiatan seremonial patut diapresiasi. Namun ia menilai tidak adil jika program yang berdampak langsung bagi masyarakat kecil justru turut dipangkas sejak awal.

“Seremonial dipangkas bagus. Tapi jangan sampai kegiatan dasar masyarakat, seperti posyandu dan PMT, juga dihilangkan. Ini miris, karena sudah sejak 2010 perlahan-lahan program ini mulai tak terlihat lagi,” katanya.

Sokhidin menegaskan, DPRD akan terus mendorong agar program posyandu kembali mendapat porsi anggaran, mengingat fungsinya yang vital bagi kesehatan dan pemberdayaan warga di tingkat kelurahan.

(*Adv/Red)

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Redaksi
  • Kontak Kami
  • Pedoman Media Siber

Copyright © 2024 Cilegon News. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Pendidikan
  • Sosbud
  • Kabare
  • Lingkungan
  • Ragam Kelurahan
  • Sudut Kota
  • Properti

Copyright © 2024 Cilegon News. All rights reserved.

error: Content is protected !!